Alumni Universitas Jenderal Sudirman Berbondong-Bondong Minta Jokowi cabut Revisi UU KPK

Mencermati perkembangan terkini terhadap KPK, alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto menyatakan menolak Revisi Undang-Undang KPK. Salah satu alasannya karena DPR Periode 2014-2019 terkesan sangat memaksakan kesempatan untuk melakukan Revisi KPK. 

“Padahal sebagaimana diketahui, DPR saat ini dalam posisi yang seharusnya ‘demisioner’ dalam posisi peralihan dari periode 2014-2019 ke periode 2019-2024. Ada baiknya DPR periode 2014-2019 saat ini menahan diri untuk tidak membuat keputusan yang vital. Justru tindakan DPR periode 2014-2019 yang terkesan ‘mengejar setoran’ harus disahkannya revisi UU KPK di akhir periode DPR 2014-2019 mengindikasikan maksud terselubung dari hal tersebut,” kata salah satu penandatangan petisi, Dody Nur Andriyan, Senin (16/9/2019).

Revisi UU KPK yang saat ini sedang diproses ternyata melanggar UU No 12/2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan dan Tatib DPR RI. Karena dalam prosesnya tidak melalui proses penyusunan, tidak ada naskah akademik, tidak melalui Prolegnas dan prosesnya tertutup tidak melibatkan masyarakat dan stakeholder. 

“Substansi revisi UU KPK yang beredar luas di media massa dan media sosial ternyata berpotensi memperlemah kewenangan KPK dalam memproses dan menangani tindak pidana Korupsi. Pasal-pasal yang berkaitan dengan kewenangan Penyadapan, SP3, Pembentukan Dewan Pengawas seharusnya dalam proses perumusannya melibatkan banyak pihak. Melalui uji publik, publik hearing, melibatkan semua komponen bangsa dan negara,” cetus Dody. 

Oleh sebab itu, alumnis Unsoed menyatakan tegas menolak revisi UU KPK. Meminta DPR menghentikan proses pembahawan revisi UU KPK.

“Presiden Republik Indonesia harus menyatakan dengan tegas untuk menolak revisi UU KPK dengan mencabut Surat Presiden dan tidak menghadiri dan/atau tidak mengirimkan perwakilan pada saat pembahasan revisi UU KPK,” pungkasnya.

Alumni Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto yang menandatangani petisi itu:

1. Hendrayana, S.H., M.H.
2. Hermawanto, S.H., M.H. 
3. Wiwin Taswin, S.H.
4. Dede Nurdin Sadat, S.H., M.H. 
5. Rubby Extrada Yudha, S.H., M.H. 
6. Zaky Al Hamzah, S.H.
7. Johari Efendi, S.H., L.LM.
8. Dede Dewi Sartika, S.H.
9. Yayan Heryana, S.H.
10. Dede Badruddin, S.H.
11. DR. Kurniawan Tri Wibowo, SH., MH
12. Handika Febrian, S.H.
13. Saifudin, S.H.
14. Dody Nur Andriyan, SH. MH
15. Agus Triyantoro, S.H.
16. E.K. Nugroho SH
17. Endang Widiasyuti, S.H., Mkn
18. Mustari, S.H., M.H.

19. Yayan Ahdian, S.H.
20. Nazar Sarifuddin, S.H., M.M.
21. Irfan Rifa’i, SH
22. Agus Triyanto, S.H.
23. Dr. Susanto, SH, MM, MH
24. Eko Haryanto, S.H.
25. Syamsul Huda, S.H.
26. Rakhman Faizin, S.H.
27. Dede Kusnadi, S.H. 
28. Hornaning, S.H.
29. Gamal Muaddi, S.H., Mkn
30. M. Iksan setiadi, S.H., M.H.
31. Sri Rejeki W, S.H.
32. Bayu setiadji, S.H.
33.Kristiani, S.H.
34. SriJuliani, S.H.
35.Rina Marlina, S.H.
36.Zulfa, S.H.
37. Setyo Ardianto, S.H., S.E, M.M.
38. Asri Oktavianty Wahono, S.H.

39. Ida Wahidatul Hasanah, S.H.,M.H.
40. R. Hermawansyah. 
41. Abd Manan, S.H.
42. Dr. Riris Ardhanariswari, SH.,MH
43. Mamay komariah, S.H., M.H. (mj/ms)

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *