Bupati Bangkalan Ra Latif Lantik Pejabat Tinggi Pratama, Sudiyo Jadi Tamu Undangan, kenapa?

Bangkalan, alanwarpos.com. Bupati Bangkalan Ra, Abd. Latif Amin Imron. Melantik sejumlah anggota pejabat tinggi Pratama dan 132  pejabat lainnya. Di pendopo agung kabupaten Bangkalan, Rabu 9 Oktober 2019. 

Di acara pelantikan ini Sudiyo yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Plt Dinkes Bangkalan, Datang hanya menjadi tamu undangan dan tidak ikut serta dalam pelantikan tersebut.

Isu sebelumnya sempat buming bahwa mantan kepala puskesmas (kapus) Blega itu di sebut akan di Lantik sebagai Kadis Dinkes,  namun pada kenyataannya, tidak demikian, Sudiyo diketahui sebagai salah satu peserta lelang jabatan tinggi Pratama, dengan nilai cukup memuaskan.

Alasan gagal di Lantik nya Sudiyo.

Bupati Bangkalan, R. Abdul Latif Amin Imron menyampaikan alasan tidak dilantiknya Sudiyo menduduki jabatan tinggi pratama salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ra Latif sapaan lekatnya mengatakan, ada perbedaan pandangan dari komisi ASN.

“Awalnya yang bersangkutan yang harusnya dilantik hari ini dipermasalahkan karena terkait yang dulu awalnya dari fungsional ke struktural, lalau kembali ke fungsional, lalu kembali ke struktural. Jadi ini ada perdebatan sehingga harus ditunda,” kata Ra Latif.

Ra Latif sapaan lekat nya mengatakan. Bahwa Sudiyo memenuhi kepangkatan standar,  hasil dari propertes dan fit yang telah di lalui menunjukan hasil yang baik, lanjut Ra Latif, bahwa sementara waktu Sudiyo akan menjabat sebagai Plt Dinkes Bangkalan.

“Kalau secara kepangkatan sudah memenuhi standart dan hasil fit and Propertesnya sudah bagus. Ya sementara ini harus jadi PLT,” tegas Bupati.

Plt BKPSDA, Ari mufrianto tidak tinggal diam dan angkat bicara terkait gagalnya pelantikan Sudiyo yang bersamaan dengan 9 pejabat tinggi Pratama hari ini, Menurutnya, Rekomendasi komisi ASN pada haqiqatnya turun satu paket.

Artinya, lanjut dia, rekomendasi itu mempersilahkan Bupati Bangkalan untuk memilih 1 dari 3 orang di setiap OPD untuk dilantik. Jika ada masalah pada paket salah satu OPD, maka Komisi ASN tidak menurunkan rekomendasi secara keseluruhan.

“Jika satu paket ini ada masalah, bukan hanya nomor 1 nya, maka nomor 2 dan 3 juga tidak turun dari komisi ASN,” terangnya.

Perbedaan pandangan terhadap Sudiyo yang disebut dari fungsional ke sktruktural, lalu kembali ke struktural, lantas menjadi batu sandung gagal dilantik. Hal ini kata Ari, berkaitan dengan proses SK. “Ini terkait dengan SK pimnya,” terangnya.

Ari menuturkankan, Sudiyo menjadi perawat madya 3 tahun lebih. Kemudian menjadi Kapus dan perawat kembali 10 bulan. Artinya, 2 tahun sudah memenuhi syarat.

“Ini kan hampir 4 tahun, artinya 2 tahun itu sudah memenuhi syarat. Ini masih ditindak lanjuti ke komisi ASN. Sementara masih PLT beliau selama belum ada perintah kembali,” tandasnya.

Tanggapan Sudiyo

Sudiyo enggan memberikan komentar atas dirinya yang tidak dilantik. Ia menegaskan, untuk persoalan tersebut Ia mempersilahkan untuk menanyakan dengan pihak yang berwenang.

“No coment lah. Kalau urusan kesehatan atau masalah penyakit bisa tanya ke saya,” singkatnya sembari tersenyum.

Penulis: Moh wadi
Editor: Miftahus syifak


Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *