Fenomena Angin Puting Beliung, Ini Penjelasan Kepala BPBD Bangkalan

Bangkalan,Alanwarpos.com – Angin puting beliung sebuah fenomena alam yang biasa terjadi, terjadinya angin puting beliung biasanya terjadi saat transisi musim kemarau ke musim hujan.

Angin puting beliung sebenarnya sudah lazim bagi masyarakat, namun hal itu sering terjadi saat hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang yang berdurasi singkat,

Kepala Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Rizal moriz menjelaskan, Fenomena alam angin puting beliung yang bersifat merusak apa saja di lintasinya dan menghancurkan bangunan-bangunan yang ada di sekitar dan membuat masyarakat panik.

“Kebanyakan fenomena angin puting beliung ini membuat masyarakat panik,” ungkapnya yang dikutip dari jurnalfaktual.id. Selasa (10/9/19)

Angin yang kencang berputar menjulang ke atas, keluar dari awan Cumulonimbus (CB) dan terjadi di daratan.

“Jika putaran angin terjadi di perairan, fenomena dinamakan water spout,” terangnya

“Puting beliung terbentuk dari jenis awan CB, tetapi tidak semua awan CB dapat menimbulkan fenomena puting beliung,” imbuhnya.

“Terdapat kondisi tertentu yang menyebabkan puting beliung, seperti kondisi labilitas atmosfer yang melebihi ambang batas tertentu. Hal tersebut mengindikasikan udara sangat tidak stabil,” jelasnya.

Untuk pencegahannya, yang paling aman adalah meningkatkan kesiapsiagaan diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar.

“Saat ada tanda- tanda terjadinya puting beliung, sebisa mungkin menghindar atau berlindung di tempat- tempat kokoh pada saat terjadi puting beliung,” tandasnya.

Penulis : jaw

Editor : redaksi

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *