Hanya Koruptor di Kabupaten Bangkalan Mendapatkan Gaji

Bangkalan,Alanwarpos.com – SALAH satu program unggulan presiden Jokowi pada periode kedua ini adalah memberikan dana atau istilah lainnya gaji bagi pengangguran, penulis sangat menyambut baik dan mengapresiasi program ini.

Tapi sebenarnya ada yang lebih menarik lagi daripada programnya Jokowi ini, yaitu salah satu program bupati Bangkalan memberikan gaji pada koruptor yang diambil dari APBD Kabupaten Bangkalan. Kalau Presiden Jokowi memberi gaji pengangguran, bupati di Kabupaten Bangkalan ini malah memberikan gaji pada koruptor. Jadi ini menurut hemat penulis sesuatu yang luar biasa.

Sebagaimana yang diketahui, Buapti Bangkalan pada tahun 2018 lalu, menganggarkan Belanja Pegawai sebesar Rp. 1.104.281.071.145,73 dan terealisasikan sebesar Rp. 1.011.711.484.289,13.

Realisasi belanja pegawai tersebut diantaranya digunakan untuk membayar gaji dan tunjangan pegawai sebesar Rp. 711.005.805.618,00.

Berdasarkan pemeriksaan atas data Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dilakukan oleh BPK Provinsi Jawa Timur, terdapat 11  PNS yang terkait tindak pidana korupsi yang menerima gaji dan tunjangan dari APBD Bangkalan. Sehingga hal tersebut mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 273.458.000,00 karena tidak sesuai dengan ketentuan dan peraturan.

Dunia Bangkalan memang serba terbalik, yang seharusnya dihargai malah ter-diskreditkan, orang yang seharusnya dikucilkan, malah di dimuliakan.

Mungkin pemerintah Bangkalan belum hafal atau bahkan belum membaca undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, atau bahkan pemerintah Bangkalan belum pernah membaca Peraturan Kepala Kepegawaian Negara Nomor 31 Tahun 2007 tentang tata cara Permintaan, Pemberian dan Penghentian Tunjangan Jabatan Struktural, sehingga main seenaknya saja bagi bagi uang negara pada orang yang bukan haknya. Dan ini hanya terjadi di Bangkalan mungkin “koruptor bisa dapat gaji”.

Sekarang coba bandingkan dengan gaji seorang guru non PNS di SD dan SMP di Bangkalan, mereka ini dalam satu bulan hanya digaji 200-500 ribu. Mereka mendidik generasi muda Bangkalan tiap hari, mereka menyiapkan generasi emas untuk Bangkalan yang akan datang, tapi imbalan atau gajinya tidak sebanding dengan tupoksi kerjanya. Uang sebesar 200-500 ribu ini tidak cukup untuk membeli lipstik bagi ibu guru dan tidak cukup untuk membeli kebutuhan rokok bagi bapak gurunya.

Disisi lain, koruptor yang sudah ditetapkan dan ada dalam tahanan, serta tidak kerja apa apa malah diberi gaji hingga mengakibatkan kerugian uang negara sebesar Rp. 273.458.000,00. Betapa tidak terhormatnya seorang guru yang mendidik anak bangsa gajinya hanya 200-500 ribu, jika dibandingkan dengan koruptor yang bisa dapat gaji jutaan rupiah tiap bulannya. 

Menjelang akhir tahun 2019, semoga saja hal seperti ini tidak terulang kembali, dan memanfaatkan uang negara untuk kepentingan rakyat bukan pejabat. 

Penulis ; Ach. Annur (penulis adalah patroli Anggaran di CIDe)

*di lansir dari madurapers.com

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *