Impian Khofifah kini telah wujud, Resmikan OPOP Training Center

Jawa Timur, alanwarpos.com – Jawa timur terdapat 6000 lebih pondok pesantren yang terbesar di 38 kabupaten kota. Namun semuanya belum mampu mendirikan wirausaha secara indepedensi. Terlebih membangun jejaring dan pemasaran skala luas.

Dikatakan Khofifah potensi pesantren Jawa timur begitu besar. Bahkan beberapa pesantren membuktikan kemampuan membangun jejaring retail dam perbankan syariah seperti ponpes Sidogiri.

Melihat potensi yang besar ini, Gubernur Khofifah Indar Parawansa berupaya untuk memberdayakan Ponpes dan lingkungannya dalam menuju kemandirian di berbagai bidang, salah satunya lewat Program One Pesantren One Product (OPOP).

OPOP Training Center ini bakal menjadi tempat produk unggulan pesantren dibedah untuk ditingkatkan kualitasnya dan dibangunkan jejaring marketnya. Khofifah menjelaskan tiga pilar OPOP yang digagas Pemprov Jatim.

Pertama, menyasar santripreneur untuk menciptakan wirausaha baru di kalangan siswa Aliyah,  SMA,  SMK, mahasiswa dan santri lainnya yang ada di lingkungan pesantren.

Kedua, lanjut Khofifah, adalah pesantrenpreneur yang merupakan peningkatan kualitas dan pemasaran produk melalui penguatan koperasi pesantren. Kemudian yang ketiga, adalah sociopreneur yang tak lain upaya menumbuhkan wirausaha baru dari kalangan alumni pesantren yang melibatkan masyarakat sekitar pesantren

Dalam peresmian OPOP Training Center ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) Prof Mohammad Nuh DEA, Rektor Unusa Prof Dr Ir Achmad Jazidie MEng, Chairman International Council for Small Business Indonesia Hermawan Kertajaya, President ICSB and COD of Chrome Cairo Ahmed Osman, dan juga mantan Presiden ICSB Global Prof Ki Chan Kim. 

Khofifah mengatakan bahwa mewujudkan pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren merupakan gagasan K.H. Hasyim Asy’ary dan K. H. Wahab Hasbullah sejak sebelum NU berdiri. Bahkan nama Nahdlotut Tujjar (kebangkitan pedagang) lebih dulu dikenalkan sebelum Nahdlatul Ulama.

Dalam peluncuran OPOP training center. Gubernur Jawa timur Khofifah Indar parawansa mengatakan, ini adalah mimpi lamanya yang terwujud. Untuk bisa mengembangkan potensi ekonomi pesantren berbasis santripreneur.

“Ini mimpi lama saya. Bagaimana pebisnis NU bisa bangkit. Karena sebenarnya pintunya mengembangan usaha. Tapi sering kami kita tidak punya GPS nya. Ke mana harus berbelok ke kanan, atau ke kiri. Maka OPOP training center ini yang akan jadi GPS nya,” tegas Khofifah. (mj)

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *