Inilah profil DPR RI Dari Dapil Madura 8 Anggota

Jakarta,alanwarpos.com. Sekretariat Jenderal DPR, DPD dan MPR telah menggelar geladi resik pelantikan anggota DPR RI periode 2019-2024 terpilih di ruang rapat paripurna, kemarin Senin (30/9/2019), yang dimulai sekitar pukul 14.30 WIB.

Sebanyak 575 anggota DPR RI dan 136 anggota DPD RI periode 2019-2024 akan diambil sumpah jabatan pagi ini, Selasa, 1 Oktober 2019, di Gedung DPR/MPR.

Terlihat Anggota DPR 2019-2024 termuda Hillary Brigitta Lasut dan anggota DPR 2019-2024 tertua, Abdul Wahab Dalimunthe ikut hadir dalam acara geladi resik.

Geladi resik pelantikan anggota DPR 2019-2024 ini, digelar di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta,

Berikut Delapan Anggota DPR RI dari Dapil Madura yang ditetapkan KPU RI

PKB
H Syafiuddin, S.Sos tergolong politisi lintas partai. Sebelum terpilih anggota DPR RI dari PKB, ia menjabat anggota DPRD Provinsi Jatim dari Partai Gerindra, periode 2014-2019.

Di tengah jalan, Syafiuddin harus di PAW karena hendak nyaleg DPR RI di partai berbeda, yaitu PKB.

Sebelumnya, pria kelahiran Tanah Merah, Bangkalan ini, pernah menjabat anggota DPRD Bangkalan periode 2009-2014 dari PKB.

Keseharian, Syafiuddin dikenal sebagai pengusaha dan dekat dengan mantan Bupati Bangkalan dua periode RKH Fuad Amin.

Pada Pileg 2019, Caleg PKB Nomor urut 4 ini, meraih suara pribadi 142.303 suara.

Partai Gerindra
R Imron Amin, SH, MH. Masyarakat Bangkalan biasa memanggil R Ibong.

Ra Ibong salah satu cicit Syechona Kholil Bangkalan. Dia lahir di Jakarta, 15 Agustus 1987. Lalu menempuh pendidikan SD di Yayasan Ta’miriyah Surabaya dan lulus pada tahun 2000.

Menyelesaikan di SMPN 1 Kwannyar Bangkalan dan lulus pada tahun 2003. Lalu melanjutkan di SMAN 1 Bangkalan, lulus 2006.

Ra Ibong melanjutkan S1 di UII Yogyakarta, lulus 2011. Program Pasca Sarjana ditempuh di kampus yang sama, lulus 2013.

Ra Ibong juga pernah nyantri di Pondok Modern Gontor dan Pondok Pesantren Sidogiri

Dalam Pileg 2019, Ra Ibong terpilih anggota DPR RI setelah mengantongi suara pribadi 242.437 suara dari Dapil Madura.

Sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Bangkalan, Ra Ibong sukses mengantarkan Partai Gerindra sebagai pemenang pemilu 2019 di Bangkalan.

PDI-P
MH Said Abdullah lama mengabdikan diri di PDI sebelum berubah menjadi PDI-P. Sejak remaja, Bang Said-panggilan akrabnya, sudah dikenal sebagai sosok marhaenisme. Penerus ajaran Bung Karno yang tertanam dalam ideologi PDI-P.

Sejak Pileg 2004, Bang Said sudah menjadi anggota DPR RI dari Madura. Keterpilihan pria etnis Arab Sumenep ini, sebagai anggota DPR RI terus berlanjut hingga sekarang.

Pileg 2019, Caleg PDI-P Nomor urut 1 ini, meraih suara pribadi 176.981 suara sehingga mengantarkan kembali duduk di Senayan untuk periode 2019-2024.

Partai Golkar
H Zainudin Amali, tergolong politik lintas Dapil. Dia menjadi anggota DPR RI dari Dapil Gorontalo sejak Pileg 2004. Pada Pileg 2009, Zainudin berangkat dari Dapil Jawa Timur. Dan Pileg 2014 dan 2019, Zainudin berangkat dari Dapil Madura.

Caleg Nomor urut 1 di Dapil Madura ini, meraih suara pribadi 121.351 suara.

Zainudin Amali bergabung ke Golkar setelah sukses menjadi pengusaha. Zainudin lahir di Gorontalo, 16 Maret 1962. Masa sekolah Zanudin Amali berpindah-pindah.

Dia menyelesaikan SD-nya di SDN Bagu, Gorontalo, sedangkan pendidikan SMP dan SMA-nya di Manado. Sementara kuliahnya, ia tamatkan di STIE Swadaya Jakarta. Dia resmi menggondol sarjana ekonomi pada usia 30 tahun.

Nasdem

Willy Aditya,politisi anyar di Senayan. Tapi dia menjadi salah satu orang dekat Surya Paloh, Ketua Pembina Partai Nasdem.

Pada Pileg 2019, Willy nyaleg DPR RI dari Dapil Jatim XI, Dapil Madura. Caleg Nomor urut 1 Nasdem ini, meraih suara pribadi 190.814 suara yang mengantarkan dirinya duduk di Senayan.

Willy lahir di Solok, Sumatera Barat, 12 April 1978 . Willy menempuh pendidikan dasar dan menengah di Sumatera Barat, kemudian menjadi mahasiswa undangan untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tahun 1997.

PPP
Ach. Baidowi, S.Sos, Msi  politisi muda kelahiran Banyuwangi 13 April 1980. Lalu nyantri di Ponpes Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan, Madura, hingga tamat MA tahun 1998.

Kemudian melanjutkan kuliah Ushuluddin di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, lulus 2006.

Pada Pileg 2014 dia kalah tapi dilantik anggota DPR RI setelah melewati PAW Fanny Safriansyah (Ivan Haz) pada 28 Juli 2016.

Pada Pileg 2019, Caleg PPP  Nomor 1 ini, berhasil mengumpulkan suara pribadi 227.170 suara sehingga terpilih kembali di Senayan.

PAN

Slamet Ariyadi,SPSi  tergolong politisi belia. Dia lahir di Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, Sampang, 29 tahun lalu.

Caleg PAN Nomor urut 5 ini, meraih suara pribadi 133.495 suara yang mengantarkannya ke Senayan.

Raihan suara Slamet Ariyadi  diluar prediksi banyak orang. Sehingga dalam kontestasi pemilu 2019, ia tergolong sukses “membabat” lawan politiknya di Sampang.

Slamet Ariyadi lulusan UTM. Dia aktif di Presiden Mahasiswa UTM dengan posisi Wakil Presiden Mahasiswa UTM pada tahun 2013-2014.

Di ekstra kampus, Slamet aktif di PMII. Menjadi anggota DPR RI, Slamet bercita mewujudkan masyarakat Madura lebih makmur dan sejahtera.

Slamet mengaku keterpilihan dirinya sebagai anggota DPR RI tak lepas dari karunia-Nya.

”Saya ini anak petani, keseharian saya di rumah juga petani. Jadi saya menganggap apa yang saya raih ini merupakan anugerah sekaligus ujian untuk saya dari Allah,” ceritanya kepada sejumlah media.

Demokrat
Hasan Bin Zuber,SIP merupakan putera KH Zubair Muntasor, salah satu cicit Syechona Kholil Bangkalan.

Ra Hasani-begitu dia akrab dipanggil-pernah menjabat Ketua PC GP Ansor Bangkalan dua periode.

Dalam Pileg 2019, Ra Hasani nyaleg DPR RI dari Partai Demokrat dan  lolos ke senayan dengan raihan suara pribadi 170.859 suara.

Ra Hasani alumnus Ponpes Al-Amien Prenduan dan Ponpes Lirboyo. Gelar Magister Ilmu Politik dia raih di Universitas Airlangga Surabaya.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *