Kekeringan Melanda Warga Amparaan, Buat Galian Ditengah Bendungan Gersang Demi Setetes Air

Bangkalan, alanwarpos.com. Panas terik matahari tak membuat patah semangat laki- laki itu mencari tempat untuk berteduh. Rasa panas yang menyengat tidak lantas membuatnya rapuh. Padahal, Ia terlihat letih.

Ia terus melangkahkan kaki nya menuju sebuah lahan, dimana konstruk tanahnya cukup tandus dan mengeras. Kedua tangannya tampak membawa benda peralatan cukup besar.

Ia pun tak ragu berjalan dengan kedua kakinya, semangat penuh arti terpancar dan jelas dari raut wajah.Tak lama kemudian, beberapa orang mengikuti di belakangnya membawa peralatan yang sama.

Yanto (26), begitu warga sekitar memanggil nama pria itu. Ia terlihat melangkah lebih santai dari sebelumnya. Pandangan matanya pun tampak tertuju pada satu titik, yaitu soro’ (kubangan kecil hasil galiannya). Kubangan itu tak hanya satu, melainkan banyak disekelilingnya.

Sejumlah orang yang berjalan dibelakang yanto akhirnya sampai juga. Mereka satu persatu berpencar dan menuju lubang yang menghiasi pemandangan unik ditanah tandus itu. Satu persatu menengok isi kubangan, tampak ada suatu barang berharga didalamnya, dan berharap bisa dibawa pulang.

Tampak jerigen (bak) dan timba lengkap dengan talinya berserakan diarea tersebut. Mereka terlihat mulai mengulurkan tali ke lubang itu. Usut demi usut, ternyata sedang mengambil air bersih. Ternyata kekeringan melanda daerah mereka.

Musim kemarau beberapa bulan terakhir memang sudah dirasakan. Dusun Nyato, Desa Amparaan, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur salah satu kawasan yang terdampak kekeringan.

Yanto sapaan lekatnya mengatakan, “setiap musim kemarau tiba Ia dan warga lainya kesulitan mendapatkan air bersih. Air yang ditampung di bendungan (DAM) tidak mampu bertahan ketika musim kemarau.” Pungkasnya kepada jurnalfactual.id

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *