Mencekamnya Virus Corona; Petani Padi Pelosok Bangkalan Pesta Panen

alanwarpost.com-Petani padi merupakan seseorang yang bercocok tanam padi dan menjadikannya suatu profesi untuk menunjang bertahannya hidup. Begitu pula Masyarakat Bangkalan saat ini, hampir keseluruhan masyarakat yang tinggal di pelosok desa berprofesi menjadi petani. Bisa juga dikatakan konsepsi kehidupannya sebagai petani adalah warisan leluhur.

Pada Maret 2020, masyarakat pelosok Bangkalan sedang pesta panen padi seusai proses pengolahan. Salah satu sampel masyarakat pelosok tersebut, seperti petani yang ada di Desa Ko’olan, Kecamatan Blega. Di tengah maraknya Virus Corona (Covid-19) yang hampir menyebar di seluruh Dunia, khususnya di Indonesia, masyarakat Ko’olan tetap melakukan aktivitas pesta panen padi sebagai matapencaharian sekaligus penunjang hidup keluarga.

Sebagai aktivitas rutin matapencahariannya, panen padi masyarakat Ko’olan tidak serentak, akantetapi bergantian. Hal itu karena proses pengolahan dan penanamannya tidak secara bersamaan, sehingga panennya pun tidak secara bersamaan.

Salahsatu alasan dari warga kenapa tetap beraktivitas di tengah mencekamnya virus tersebut, karena saat ini padi yang ditanam sudah waktunya panen. Jika dibiarkan, maka padi tersebut akan membusuk dan menimbulkan kerugian yang cukup besar. Mengenai adanya virus mereka pasrahkan kepada Sang Pencipta, yang penting ada ikhtiar dan menjaga kesehatan tubuh.

Kepala Desa Ko’olan, Moh. Sahuri juga tidak melarang adanya aktivitas panen tersebut. Namun, Beliau menghimbau untuk menjaga kebersihan, kesehatan tubuh, dan sering cuci tangan. Sebab itu cara yang baik untuk mencegah terjangkitnya virus. Beliau juga menyatakan, jika tidak ada kepentingan yang sifatnya wajib, diharapkan tinggal di rumah, jangan keluar. Jika ada keluarga yang baru datang dari luar kota, segera pergi ke Pos Kesehatan terdekat untuk periksa. Kita tidak boleh takut dan panik, tetapi kita juga jangan terlalu berani.

Adanya panen padi tersebut, bukanlah suatu prasangka menentang adanya kebijakan pemerintah, tetapi memang suatu keharusan masyarakat petani memetik hasil kerjanya, agar hidupnya tidak selalu bergantung pada pemerintah yang ada.

Hayyul Mb

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *