Peringati Hari Santri Nasional, Bupati Bangkalan Himbau Pejabat Dan Pelajar Mengenakan Sarung

Alanwarpos.com. Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Madura Jawa Timur menyambut dengan sangat antusias, peringatan hari santri berbeda dengan tahun sebelumnya, Sebab para pejabat dan pelajar di himbau memakai sarung ala santri.

Tanggal 22 Oktober 2019 merupakan Hari Santri Nasional (HSN), penetapan HSN di mulai sejak di tandatangani oleh keputusan Presiden nomer 22 tahun 2015 tentang penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari santri Nasional.

Bupati Bangkalan yang di kenal sapaan akrapnya Ra Latif, menghimbau kepada pejabat , Pelajar hingga tingkat paling bawah (PIAUD) untuk berseragam layaknya santri. Ketentuan itu terdapat dalam edaran surat Bupati Bangkalan nomer 450/433012/2019 tertanggal 15 Oktober 2019.

Ra Latif dalam surat edarannya mengatakan, dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2019 pada hari Selasa. 22 Oktober 2019 dihimbau kepada seluruh jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), staf dan seluruh siswa mulai dari pendidikan usia dini (Paud) hingga menengah atas mengenakan sarung, baju koko putih, dan peci bagi laki- laki. Serta baju muslimah putih bagi perempuan.

Lanjut Ra Latif, menghimbau untuk berpakaian layaknya santri dalam memperingati HSN di berlakukan 3 hari (21-23). Tujuan nya untuk mengenang para ulama’ yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

“Berpakaian sarung, baju koko putih dan kopiyah itu H-1 sebelum tanggal 22, Tanggal 22 dan H+ 1nya,” ujar Ra Latif di pendopo agung Bangkalan yang di kutip dari jurnalfaktual.id

Ra Latif memaparkan, Notabene kabupaten Bangkalan, banyak berdiri nya pesantren, bahkan tidak hanya itu, pedagang, politisi hingga pejabat banyak pula yang merasakan dan menimba ilmu di pendidikan pondok pesantren.

“Jadi ini untuk menanamkan kembali kepada kita apa yang pernah dulu kita lalui di pondok pesantren,” ungkapnya.

Terkait himbauan mengenakan seragam ala santri kepada seluruh pelajar di Bangkalan, Dinas Pendidikan (Disdik) menindaklanjuti surat edaran Bupati tersebut.

Dalam surat edaran yang di keluarkan Disdik, pelajar dihimbau mengenakan sarung, baju koko putih dan peci bagi laki- laki dan baju muslimah putih bagi perempuan.

“Iya sudah kami sampaikan, itu berlaku sejak 21-23 Oktober Menindaklanjuti surat edaran dari bapak bupati” terang Jufri Kora, Kabid SMP Disdik Bangkalan kepada jurnal faktual.Id saat dihubungi. Minggu (20/10/2019).

Penulis : Mj
Editor : Ms

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *