PHK Bukan Akhir Dunia, Pengangguran Ikutan Ini Biar Dapat Kerja

Jakarta,alanwarpos.com – Fokus pemerintahan Jokowi-Ma’ruf dalam 5 tahun ke depan adalah menciptakan sebanyak-banyaknya SDM unggul. Segala sektor pun saling bekerja sama untuk mewujudkan visi Jokowi tersebut, tak terkecuali BPJS Ketenagakerjaan atau yang sekarang dipanggil BPJAMSOSTEK.

Sejak Juli, guna menekan angka pengangguran, BPJAMSOSTEK menyelenggarakan program vokasi Indonesia Bekerja. Program ini telah berjalan di beberapa titik, seperti Banten, Jakarta, Jawa Barat, menyusul Lombok dan Balikpapan sebagai pilot project.

Hadirnya program Vokasi ini tentu menjadi jawaban akan kerisauan masa depan para pekerja yang mengalami PHK ataupun putus kerja. Sebab, para pengangguran mendapatkan kesempatan untuk bekerja kembali karena BPJAMSOSTEK memfasilitasi mereka untuk mendapat pelatihan sampai penyaluran ke perusahaan rekanan BPJAMSOSTEK Ketenagakerjaan.

“Jadi ini adalah masa depan kita semua, ini komitmen pemerintah untuk membentuk profil SDM yang unggul sesuai visi misi presiden. Kita berikan kesempatan kepada semua pekerja untuk ikut program vokasi,” jelas Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif kepada wartawan beberapa waktu lalu di kantornya, Jakarta.

BPJAMSOSTEK juga membuka ruang untuk para pekerja di segala bidang, seperti pariwisata, digital kreatif, manufaktur, konstruksi dan lainnya. Mereka pun diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuannya melalui lembaga pelatihan. Sehingga saat bekerja nanti bisa lebih kompeten dan terlatih.

“Ini adalah kesempatan tidak usah berputus asa. Kita siapkan modulnya, kelasnya, bisa diakses di semua Balai Pusat Latihan Kerja yang sudah kerja sama dengan BPJAMSOSTEK untuk belajar kembali upskilling, reskilling supaya bisa kembali bekerja dan supaya jadi wirausaha yang tangguh,” katanya lagi.

Bahkan para pekerja yang ter-PHK ini, selama mengikuti pelatihan akan mendapatkan uang saku dan uang transport. Selain itu, BPJAMSOSTEK pun akan memberikan informasi lowongan pekerjaan.

“Kami mempunyai database di internal ada 660 ribu perusahaan dan punya kepesertaan 50 juta database individu yang jadi aset luar biasa besar. Dengan aset luar biasa besar kita harus membentuk ekosistem sehingga setiap kebutuhan pekerja bisa menjadi informasi yang penting bagi individu yang membutuhkan,” sambung Krishna.

Sejak mulai dijalankan dari September 2019, sudah ada 300 pekerja yang ikut dalam program tersebut. Ke depan program ini akan terus dievaluasi hingga tujuan akhirnya mampu menekan angka pengangguran di Indonesia yang sudah mencapai angka 7 juta orang.

“Pemerintah memberikan target 20 ribu pekerja dulu. Khusus BPJAMSOSTEK dimulai di 20 ribu dulu. Kita harapkan di 2020, bukan hanya 20 ribu pekerja tapi bisa merambah ratusan ribu pekerja dan bisa mengurangi 7 juta orang pengangguran menjadi lebih rendah dan meningkatkan kualitas SDM lebih sesuai visi dan misi bangsa kita,” tandasnya lagi.

Meski baru berjalan beberapa bulan, sejatinya program ini sukses mengubah masa depan para pekerja ter-PHK. Krishna mengatakan ada pengemudi ojek online yang mengikuti program vokasi BPJS Ketenagakerjaan dan kini dia sudah masuk ke industri digital kreatif.

“Sementara ini sudah 14 orang yang sudah kembali bekerja dari mengikuti vokasi di wilayah Cikarang, sementara yang lain dalam proses penyaluran. Di sana sudah banyak kawasan industri dan vokasi di bidang manufaktur, jadi ini sesuai dengan ekspektasi pasar,” tegas dia.

Penasaran gimana cara mengikuti program ini? Krishna menjelaskan bahwa pekerja yang diputus kontrak atau di-PHK harusnya merupakan peserta BPJAMSOSTEK.

“Harus punya KTP dengan NIK yang valid, sudah jadi peserta minimal 1 tahun, pastikan status (peserta BPJAMSOSTEK) sudah nonaktif, usia maksimal 40 tahun,” papar dia.

Untuk informasi lebih lengkap dan pendaftaran bisa langsung mengecek situs www.bpjsketenagakerjaan.go.id. Jadi tunggu apa lagi? Yuk, mulai tata masa depan karena PHK bukan akhir segalanya!

Penulis : tik

Sumber : detik.com

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *